Jumat, 15 Februari 2008

Tentang Perusahaan genteng Press Sokka Kebumen

Kebumen tidak hanya terkenal dengan makanan khasnya, objek-objek wisatanya dan bahasa ngapaknya (banyumasan), tapi Kebumen juga dikenal sebagai kota penghasil genteng (genteng sokka). Industri genteng berkembang cukup baik dicerminkan dengan tumbuh subur perusahaan genteng dengan menawarkan brand/merk yang berbeda-beda (terutama dikawasan sokka) sehingga tingkat persaingan semakin ketat. Kondisi alam dan tekstur tanah yang baik merupakan salah faktor pendukung kenapa genteng sokka khas Kebumen memiliki kualitas yang cukup baik?

Salah satu perusahaan genteng di Kebumen yang berkembang cukup pesat adalah Perusahaan genteng Press HM Sokka. Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 1921 oleh Bapak H. Natsir di desa Jabres, kecamatan Sruweng, kabupaten Kebumen dengan nama perusahaan adalah KB Sokka (Keluarga Besar Sokka). Bapak Haji Natsir memimpin perusahaan tersebut kurang lebih selama tiga puluh sembilan tahun, dikarenakan beliau meninggal dunia (sampai tahun 1960). Kemudian, perusahaan tersebut diteruskan oleh putranya yang bernama H. Moeflich dan nama perusahaan diganti menjadi HM Sokka yang merupakan kependekan dari nama H. Moeflich.

Pada mulanya, perusahaan hanya mempergunakan peralatan-peralatan yang sederhana dan memproduksi satu jenis genteng, yaitu genteng flam (bentuk melengkung). Kendala utama yang dihadapi pada awal berdirinya perusahaan adalah masalah biaya yang harus dikeluarkan cukup besar oleh perusahaan sehingga mempengaruhi optimalisasi produksi.

Seiring dengan berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat terhadap produk genteng yang dihasilkan perusahaan genteng HM Sokka mulai tumbuh, terbukti dengan meningkatnya volume penjualan. Oleh karena itu, pada tahun 1959 perusahaan HM Sokka mengembangkan usaha dengan cara mekanisasi, yaitu dengan menggunakan mesin handpress (masih membutuhkan tenaga manusia dalam pengerjaannya) dan menambah jenis produk genteng, yaitu pelentong dan kodok. Produksi genteng press ternyata mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat.

Pada tahun 1966, perusahaan genteng HM Sokka mengadakan perluasan perusahaan dengan menambah unit-unit pabrik baru, sehingga sampai tahun 1974 perusahaan telah memiliki 8 unit tungku pembakaran genteng.

Pada tahun 1975 melakukan peningkatan cara pengolahan tanah, yaitu menggunakan mesin molen dan ekstruder (mesin kotrek) dengan pembangkit tenaga pembangkit. Mesin molen berfungsi sebagai penggiling/pelumat bahan dasar sedangkan ekstrukder sebagai pencetak tanah liat berbentuk kotak yang disebut dengan keweh.

Pada 4 Januari 1975 mendapat nomor lisensi dari kantor peridustrian kebumen 2/5.1/111/75

331/134.5/60

Daerah Pemasaran

a. Jawa Tengah, meliputi: Kebumen, Banyumas, Cilacap, Tegal, Semarang, Surakarta, Klaten, Purworejo, D.I. Yogyakarta.

b. Jawa Timur, meliputi : Madiun, Malang, Jember, Surabaya.

c. Jawa Barat meliputi : Bandung, Tasik Malaya, Cirebon, Banten.

d. D.K.I Jakarta.

Alamat : Jalan Raya Jabres 201 km.6, Rt.01/Rw.03, Sruweng, Kebumen, Jawa Tengah (54362). Cp: Bp. Waris (staff) (0287) 381............... atau

Jalan Raya Jabres 202 km.6, Rt.01/Rw.03, Sruweng, Kebumen, Jawa Tengah (54362), sebagai anakan/cabang perusahaan. Cp. Bp. Haryono (0287) 381586, Ibu Noerwakhidah (081 6428 1056).

Tidak ada komentar: